Kamis, 05 November 2015

Sunrise" Sikunir Dieng

Selamat malam sobat masih suka piknik kan dan kali ini saya akan merefrensi piknik saya yaa memang sudah lama sih waktu ini pas bulan mei 2015 dan tanggalnya saya lupa pas waktu itu selesai ujian nasional dari pada bete mending piknik saja ke "SIKUNIR"

bukit sikunir

Bagi para pemburu "Say Hello" dengan Matahari atau calon pemburu serupa, dimanapun tempatnya, pasti sudah terbiasa melihat kedatangan dan kepergiannya (Matahari-Sang Fajar). Umumnya persiapan untuk menyambut kedatangannya akan lebih merepotkan, karena dilakukan ketika kita sedang terlelap tidur. Tetapi memang perlu ada pengorbanan sedikit untuk melihat sesuatu yang berbeda, menyambur kedatangan matahari "Sunrise" bisa dimana saja, tetapi ada satu tempat menarik yang menawarkan keindahan berbeda, tempat itu berada di bukit Sikunir Dieng.

 pertigaan dieng
Letaknya berada di desa Sembungan yang memiliki ketinggian 2300m dpl, artinya andai kita ada di pantai, perbedaan tingginya itu 2,3 kilometer ke atas vertikal. Karena berada diatas bukit jadi kita harus mendaki dahulu sebentar, tapi tenang, hanya sebentar saja, tidak lebih dari satu jam dari bawah bukit yang bersebelahan dengan suatu kolam bernama Telaga Cebong. Akses menuju ke kaki bukit juga sudah bagus, dapat ditempuh oleh kendaraan bermotor dari kawasan Dieng nya sebagai basis pariwisatanya, jadi lewat pukul 4 pagi kita sudah harus bersiap, lumayan kan bisa hirup udara pagi serta mendapat bonus olah raga mendaki.
Sesampainya diatas kita akan menunggu disuatu tempat lapang, tetapi tidak terlalu luas. Disana sebenarnya kita melihat suatu jurang besar menganga, terlihat dataran Jawa Tengah memanjang hingga batas mata kita. Bukit Sikunir sendiri berketinggian 2600m dpl, secara pengertian orang awam maka sudah melebihi batas minimal ketinggian awan diatas suatu daratan, jika beruntung maka kita dapat melihat gumpalan awan tebal dibawah garis mata kita. Tetapi cuaca kadang tidak dapat diduga, kadang awannya itu hanya berupa kabut tipis atau tidak ada sama sekali karena tidak adanya aktifitas awan disekitar, yang pasti itu hanya tambahan pemandangan yang disajikan oleh alam.
Yang pasti terlihat dari sana adalah terlihatnya Gunung Sindoro berjarak sangat dekat, padahal jarak sebenarnya itu bisa berpuluh-puluh kilometer. Kebetulan dibelakangnya (Sindoro) terdapat Gunung Sumbing tetapi dari Sikunir tida terlihat karena letaknya membelakangi. Andai cuaca baik tidak terhalang awan juga terlihat Gunung Merapi dan Merbabu yang terlihat sangat kecil.

sunrise pagi 
 
akhirnya kita menyaksikan perubahan dari batas mata, awalnya hanya garis tipis kekuningan, kemudian semakin terang hingga terlihatlah Matahari sebagai setitik kecil sebagai tanda kedatangannya, kita tentu akan mengabadikan momen kedatangannya tersebut. Yang cukup menjadi acuan adalah jika kita datang pada musim penghujan maka posisi matahari sedang berada di garis selatan sehingga akan muncul dibalik Gunung Sindoro, kebetulan pasa masa itu (Oktober-April) negara di belahan bumi selatan sedang musim panas. Jadi andai kita datang pada musim kemarau akan sebaliknya, datangnya matahari agak lebih ke utara.

Ada pun ini foto foto narsis saya dari belakang hahah




 

1 komentar: